Posts

Asal usul Reforma Agraria 1960 sampai Dipetieskan Orba

Image
- Catatan Singkat dari Pemaparan Gunawan Wiradi tentang Transisi Agraria (29/11/2017) 2

Di Indonesia, reforma agraria telah menjadi program negara semenjak tahun 60-an. Sejak dirumuskannya UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria, yang kemudian dikenal dengan UUPA 1960, program ini siap dijalankan dan hingga saat ini kebijakan tersebut belum dihapuskan. Walaupun sempat dijalankan dan berhenti karena tragedy 65, sebagai sebuah program belumlah berhenti. UUPA 1960 sendiri adalah hasil penyempurnaan dari dua kali landreform kecil-kecilan yang pernah dicoba dan berhasil. Landreform sebelumnya dilaksanakan pada tahun 1946 di Banyumas dan 1948 di Jogja.
LandreformTahun 1946 (jadi belum ada setahun Indonesia merdeka),   menghapuskan lembaga “desa perdikan”, yaitu menghapuskan hak-hak istimewa yang sampai saat itu dimiliki oleh penguasa desa perdikan beserta keluarganya secara turun-temurun. Melalui UU no.13/1946,   setengah dari tanah mereka yang relatif luas-luas, didistribusikan kep…

Reforma Agraria atau Reformasi Agraria?

Image
- Catatan Singkat dari Pemaparan Gunawan Wiradi tentang Transisi Agraria (29/11/2017)

Dalam bahasan ini setidaknya kita mesti menjernihkan pengertian term reforma terlebih dahulu, karena, di medan wacana kerap terjadi pengeliruan term tersebut. Selain itu, ketidakjernihan memahami term reforma tak jarang mengaburkan motif dari dipergunakannya suatu term.
Misalnya, tidak sedikit orang yang mengelirukan term reforma dengan term reformasi/reformism, seolah-olah keduanya memiliki arti yang sama. Padahal, jika dirunut ke akar pengertian kata, reforma berasal dari bahasa Spanyol yang arti katanya adalah perubahan atau secara konsep merujuk pada pembongkaran semua nilai, termasuk nilai-nilai dasar dari tata sosial yang ada. Implikasinya adalah pembaruan struktur, tidak hanya sekadar pembaruan fungsi. Itu artinya, penggunaan term ini diabdikan untuk tujuan-tujuan revolusioner.
Sedangkan reformasi/reformism berasal dari bahasa Inggris yang arti katanya adalah menyusun ulang atau secara konsep h…

SP Pengosongan Lahan untuk Babakan Sawah

Image
Bercerita tentang surat peringatan, saya jadi teringat surat peringatan pertama dan kedua yang dilayangkan oleh PT KAI untuk Rakyat Kebon Jeruk. Surat peringatan pertama itu keluar beberapa minggu setelah putusan Pengadilan Tinggi Negeri Bandung memenangkan Rakyat Kebon Jeruk.
Tepatnya tanggal 31 Mei 2017, PT KAI dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dan diwajibkan membayar ganti kerugian sebesar 375 juta kepada penggugat (Rakyat Kebon Jeruk), karena, PT KAI telah melakukan penggusuran terhadap pemukiman warga pada tanggal 26 Juli 2016. Selain itu, majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan bahwasannya PT KAI tidak bisa menunjukan bukti kepemilikan lahan.
Seperti tak ada artinya, putusan pengadilan yang telah semakin mengokohkan hak Rakyat Kebon Jeruk terhadap tanahnya (diatur dalam UUPA), tak dihiraukan oleh PT KAI. Selang sebelas hari dari putusan itu dibacakan, PT KAI melayangkan SP 1 pengosongan lahan terhadap warga Kebon Jeruk. Terang saja warga Kebon Jer…

Babakan Sawah, Satu lagi Kampung Kota yang Terancam Digusur

Image
Babakan Sawah, nama kampung itu tiba-tiba jadi terdengar genting dan penting di telinga saya. Saya pertama kali mendengar nama kampung itu dari Sahrul. Ia adalah seseorang yang selalu mengabarkan dirinya pada khalayak sebagai, “pelajar”. 
Pada saya, biasanya ia bercerita tentang aksi kamisan yang harus tumbuh subur di mana-mana selain di Gedung Sate di Kota Bandung ini,  ia juga bercerita tentang pemogokan anak sekolahan di Chili, bercerita tentang pemogokan massal di Perancis tahun 68 yang dipicu oleh gerakan mahasiswa di sana. Yang saya tangkap dari cerita-cerita yang selalu ia paparkan pada saya itu adalah, menurut dia, anak muda (pelajar) harus revolusioner seperti di tempat-tempat yang ia sebut, yaitu dengan menuntut pendidikan gratis dan menyuarakan pendidikan harus bisa diakses oleh semua orang, dan yang terakhir, anak muda harus berani mendobrak pakem serta tabu yang ada.
Tapi kali ini berbeda, ia bercerita tentang sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia ceritakan seperti ceri…

Jalan Panjang Photosspeak Membumikan Karya

Image
Dari sederet komunitas foto yang ada di kota Bandung, mungkin Photosspeak masuk dalam daftar komunitas foto yang punya orientasi pada perubahan sosial yang adil dan setara. Indikasinya bisa kita lihat dari upaya mereka mengatasi keberjarakan antara karya (foto) dengan ruang sosial yang mereka objektifikasi. Kemudian yang tak kalah penting, isu yang diangkat dalam pameran foto di Rancakek ini memuat isu kerusakan lingkungan, proletarisasi dan pemiskinan kaum tani akibat dari berdirinya pabrik-pabrik skala besar (di Rancaekek). Setidaknya ada dua poin penting yang mereka mau tawarkan sebagai alternatif di tengah distorsi informasi oleh media mainstream dan di tengah situasi tidak demokratisnya pembangunan yang ada di masyarakat. Poin pertama tentang keberjarakan. Keberjarakan atau alienasi karya dari realitas konkrit yang menjadi acuannya selalu bermasalah karena ia kerapkali tidak berbicara apa-apa dan berbuat apa-apa. Pameran foto yang sering hadir hari-hari ini selalu mengambil posisi…

Masih tentang Seni Bandung yang Senimannya Apolitis dan Oportunis (Beberapa Bantahan untuk Peri Sandi Huizche)

Image
RampesWah apal ti mana suka manjat?
Saya kira antum juga melakukan “genosida pendapat” terhadap kami yang menolak Seni Bandung. Lamundina basa Sundamah, “nyakompetdaunkeun”.
Seperti antum dan kita semua yakini, sekalipun manusia tidak bisa otentik di muka sejarah, tapi otentisitas dan kekhasan itu bisa hadir di level tertentu. Sederhananya, walaupun kami sepakat menolak Seni Bandung sebagai media seni yang merakyat, ada keberagaman kritik dan keberagaman pendapat di pihak kami dalam hal menilai Seni Bandung.
Mungkin antum sudah membaca memoar Utuy. Sekalipun Utuy itu seorang komunis—atau simpatisan, meski berkali kali dibantah oleh Ajip Rosidi—tapi ia kerap mengkritik birokrat-birokrat partai komunis yang kaku dan ia kerap berbeda pendapat dengan yang lain: di Lekra maupun di kalangan orang-orang kiri.
Secara pribadi saya tidak pernah bersepakat dengan penyeragaman. Seperti tuduhanantum terhadap kami. Seolah-olah kami semua berpendapat bahwa "semua seniman yang masuk Seni Bandung i…

#SaveRudhyAmir

Image
Orang ini selalu nongol di beranda pesbukku. Aku dan kawan-kawan di Bandung pernah bikin riset asal asalan tentang dia. Berangkat dari pertanyaan, "Berapa sering Rudhy Pravda bikin status atau posting di pesbuk?". Dulu nama pesbuknya Rudhy Pravda sebelum jadi Rudhy Amir. Hasil riset asal asalan kita mengatakan bahwasannya Rudhy Amir/Pravda bikin postingan sekitar 2 jam sekali jika dirataratakan dalam waktu 24 jam.
Menjadi pertanyaanku juga, kenapa nama Pravda diubah jadi Amir di belakang nama Rudhy. Tapi pertanyaan itu nanti dulu, kembali lagi ke pertanyaan penting di paragraf awal. Kenapa ini menjadi pertanyaan penting? Karena Rudhy Amir bagai hantu, sangat populer di kalangan kita di Bandung, tapi kita semua belum pernah ketemu. Dia selalu hadir ke kesadaran kita lewat postingannya yang selalu nongol di beranda pesbuk kita.
Waktu itu, kami sempat berpikir, jangan jangan Rudhy Pravda memang hantu, ia sosok imajiner, seperti dugaan banyak orang terhadap Socrates. Socrates adal…