Posts

Showing posts from 2010

ke Kraton Kasepuhan Cirebon

Image
Waktu itu sore pukul lima tanggal 7 Agusutus 2010, saya dan Cepi ImanYudiman (atau sering saya panggil Tobus) turun dari gunung Ciremai melalui jalur Palutungan. Sisa uang kami tinggal dua puluh ribu lagi. Maka kami memutuskan untuk singgah dulu di kota Cirebon, kota tempat teman Cepi tinggal. Beliau sering dipanggil Memet. Dengan modal yang pas-pasan (hanya untuk makan dan ongkos menuju Cirebon) maka kami menuju Cirebon dari Kuningan, mengendarai Bis jurusan Cirebon-Tasik. Biaya dari Kuningan ke Cirebon mengendarai Bis bernama Harum itu adalah Rp. 5000.
Di Cirebon, kami tidak sekedar numpang mandi makan dan nyuci baju. Kami juga pergi mengunjungi satu tempat bersejarah, yaitu Kraton Kesepuhan. Tempat itu kami kunjungi setelah dua teman lainnya dari Bandung datang menyusul kami di Cirebon. Mereka adalah Roby (seorang fotografer yang karyanya diapresiasi positif banyak orang, walau ia muntah saat di perjalanan dari Bandung menuju Cirebon naik bis) dan Anin Sulasikin (seorang wanita yang…

Kutunggu Jandamu di Pintu Sorga

Image
“aku tunggu jandamu di pintu sorga
saat kiamat baru usai”, kata malaikat malik kepada wanita bumi yang ia idam-idamkan kasihnya tak sampai karena ia selalu bermuka masam

mendengar itu, mikail terkekeh-kekeh senyumnya menebar serta rizki

padahal kiamat masih lama hari baru saja mulai mikail baru beranjak dari tidurnya mencuci muka, berwudzu, salat lalu bergegas hendak berangkat kerja pagi sekali saat ayam belum kongkorongok

malik mukanya makin masam saja dahinya makin mengkerut, otaknya meledak, kutu-kutu di rambutnya berhamburan terbang karena takut terkena lelehan dari ledakan kepalanya maklum apinya, api neraka

lalu tuhan datang melerai tikai, malik dikasihnya tissue yang sangat lembut untuk mukanya yang masam entah terbuat dari apa tissue itu, sekejap kemudian muka malik jadi kinclong

mikail yang meminta maaf, tangannya menjabat erat tangan malik sukar untuk dilepas mikail bergaya-gaya karena kini muka malik jadi kaca

kejadian itu membekas di hati malik "betapa tuhan maha penyayang ia kasih tissue yang bu…

Disunat Agama

Image
mamah aku tidak ingin disunat
nanti kepalaku tinggal setengah tanganku tinggal sesikut kakiku sedengkul


ini perintah agama, nak !



akhirnya aku senggama dengan rasa kecewa
aku akan disunat agama


au, teriaku sakit



untungnya tersisa lebih dari setengah
tapi aku tidak utuh lagi separuh manusia


(7 April 2010)

Khayal Itu Filsafat

Image
BELIA

Ini tentang seseorang yang suka menengadahkan kepalanya ke atas; menilik entah apa, dan mengamati realitas sana. Serta melihat kolong rumah panggung yang gelap, rumah kakek buyutnya(bapak dari neneknya).
Drama itu dimulai sekira dia beranjak menikmati tanya dari sisa kepalanya yang dipenuhi dogma, sisa masa manja kanak-kanaknya. Ibunya terlampau dekat dengannya, sehingga lupa pernah Kahlil Gibran berkata, “anakmu bukan anakmu”. Namun, anak tetaplah anak di mata ibunya, yang harus berkata ya pada ibunya, pantang berkata ah. Sudah tiba waktunya kini manja berbuah kekang. Hari demi hari dipenuhi celotah bertameng kebaikan dan kebijakan orang tua, sesal lalu berjejal menghinggapi jiwanya yang tak sanggup faham apa yang dikata ibu tentang segala baik dan tak sanggup laku raganya perbuat.
Terlalu penuh sesak kepalanya dihinggapi tanya, tak jarang ia berharap bisa ke angkasa bertemu Pluto atau Mars sekedar mencicipi suasana dingin Pluto atau tanah merah Mars. Pikirnya tak pernah bisa diam…

Gadis Neraka

Image
Gadis itu meracau di depan cermin, menjulurjulurkan lidahnya dan memamermamerkan giginya yang tiap pagi ia asah, ada gelas dalam cermin ia maki, ada kasur juga ia maki, ada kosmetik ia caci, bajunya juga, tangannya juga, hidung, alis, bibir, perut, kemaluan, seluruh isi ruangan dalam cermin ia maki
Tangannya tak sengaja mencakar mukanya yang pucat pasi itu tak bercahaya, cahaya mukanya ia sengaja antarkan ke wc umum untuk dimakimaki,
Setiap pagi ia pujapuja duka, sengaja ia undang duka untuk datang ke hatinya tidak ke lainnya Setelah puas duka bertamu di hatinya, dengan senang hati ia antarkan duka ke selasar masjid, Tak hanya itu, punggungnya tak juga puas karena belum menggendong duka ke menara masjid yang teramat tinggi, lalu ia kumandangkan suara adzan duka ke pelosokpelosok desa tak bertoa,
PUAS, ia bilang
Karena dalam hayalnya ia telah merasa mengangkat dirinya menjadi raja, dengan titah berhati dendam ia telah merasa mencongkel hatihati selingkup orang yang mengenalnya untuk juga mer…

Instagram @yogazaraandritra