Gadis Neraka


Loc: Danau Ranukumbolo, Pic by Uqis

Gadis itu meracau di depan cermin, menjulurjulurkan lidahnya dan memamermamerkan giginya yang tiap pagi ia asah, ada gelas dalam cermin ia maki, ada kasur juga ia maki, ada kosmetik ia caci, bajunya juga, tangannya juga, hidung, alis, bibir, perut, kemaluan, seluruh isi ruangan dalam cermin ia maki

Tangannya tak sengaja mencakar mukanya yang pucat pasi itu tak bercahaya, cahaya mukanya ia sengaja antarkan ke wc umum untuk dimakimaki,

Setiap pagi ia pujapuja duka, sengaja ia undang duka untuk datang ke hatinya tidak ke lainnya
Setelah puas duka bertamu di hatinya, dengan senang hati ia antarkan duka ke selasar masjid,
Tak hanya itu, punggungnya tak juga puas karena belum menggendong duka ke menara masjid yang teramat tinggi, lalu ia kumandangkan suara adzan duka ke pelosokpelosok desa tak bertoa,

PUAS, ia bilang

Karena dalam hayalnya ia telah merasa mengangkat dirinya menjadi raja, dengan titah berhati dendam ia telah merasa mencongkel hatihati selingkup orang yang mengenalnya untuk juga merasakan apa yang dia rasa, 

Ada pun duka, ia tetap pelihara dan beri susu seharga emas di tempat dagingdaging dikilo
Duka adalah dirinya, dirinya adalah duka
Caci adalah dirinya, dirinya adalah caci
Maki adalah dirinya, dirinya adalah maki
Senggama tiap malam dengan duka, caci, maki, tak juga bikin ia puas 

Kasihan sekali kau gadis,
Meracau sendiri,
Memaki diri,
Mencaci diri,
Menduka diri
  

(Pukul 6 Sore, 5 Desember 2010)


Post a Comment

Popular posts from this blog

Info Jalan-jalan ke Gunung Semeru (Rute Kendaraan)

Info Jalan-jalan ke Gunung Hawu

Reforma Agraria atau Reformasi Agraria?

Info Jalan-jalan ke Gunung Puter

Buku Petite Histoire Rosihan Anwar Lengkap Sudah

Instagram @yogazaraandritra