Posts

Showing posts from 2011

Bercerainya Iman dan Amal Shalih

Image
oleh: Yoga ZaraAndritra pada 30 Juni 2011 jam 3:33

Sebab tubuh dan jiwa tidak ada kaitannya, masing-masing punya otoritanya sendiri-sendiri. Tubuh punya mekanismenya sendiri, dan jiwa punya mekanismenya sendiri. Jika keduanya tidak saling kenal, wajar sebab keduanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Wajar jika keduanya saling tidak mengenal dan asing satu sama lain. Persoalannya, keduanya hidup dalam satu rumah yang sama, “manusia”. Oleh Descartes, manusia dipecah jadi dua entitas yang otonom.
Dewasa ini Descartes yang disebut-sebut sebagai bapak filsafat modern, namanya sudah jadi coreng. Sebab konon katanya, dia menganjurkan cara berpikir yang terpilah-pilah dan terkotak-kotak. Cara pikir macam ini dituduh separatis, merusak kesejatian tubuh dan jiwa. Implikasinya, menimbulkan beragam jenis penyakit. Diantaranya, alienasi. Suatu penyakit yang diidap oleh manusia masa kini, di mana dirinya asing terhadap dirinya, masyarakatnya dan lingkungannya. “aku berpikir, maka aku ada”, aku be…

Nge-Camp di Pelawangan Segara Anak

Image
Suaranya merdu sekali tadi pas lagi jalan, damai rasanya. Suara burung berkicau saling bersahutan, dan enggak ketinggalan ada monyet di atas pohon kanan-kiri saya, mereka bergelantungan. Sepertinya mereka lagi cari makan, atau lagi bermain sama teman-temannya sesama monyet.
Tentu saja saya tidak bertegur sapa dengan monyet, selain enggak ngerti bahasa monyet, juga sepertinya sang monyet yang melongo liatin saya, dia ketakutan. Entahlah apa sebabnya, mungkin karena kita memang berbeda. Tapi keberbedaan mudah-mudahan tidak membuat kita jadi merasa inferior atau superior di hadapan siapa pun yang berbeda dengan kita.

Jika kita merasa superior di hadapan monyet kemungkinan sikap kita jadi menindas. Misalnya, kita babad habis tuh rumah tinggal mereka yang hutan belantara. Hutan hujan milik Indonesia tercinta. Dan surga buat saya, karena berjalan kaki di hutan hujan Kawasan Rinjani ini bikin saya damai, serta banyak-banyak merenung dan bersyukur. Damai dan nikmat rasanya. Di sini, oksigen mel…

Festival Budaya Sunda di Cidadap

Image
Pulang diundur-undur terus, apa mau dikata ini kehendak siapa? Sudah kali ketiga aksi saya pulang tertunda. Sudah sekitar lima hari dan tiga malam saya singgah di sini, semenjak turun Gunung Rinjani. Di Kota Mataram ini, kami singgah di Sekret Mapala UMM (Universitas Muhammadiyah Mataram).
Di sini, makan kami dijamin satu hari dua kali, belum ditambah kopi beberapa kali dalam sehari, juga makanan-makanan ringan lainnya seperti gehu, pisang goreng, dan singkong goreng. Sampai di sini, kawan-kawan bisa bayangkan hidup kami makmur walau di tanah perantauan (wis, luar biasa amat). Jika ingin jalan-jalan ke mana, tinggal bilang, kawan Mapala pribumi langsung antar atau kasih kunci dia punya motor. Sekali lagi, gak perlu khawatir, di sini hidup kami makmur terjamin apa-apanya.
Batin kami pun senang. Seperti barusan dan kemarin, kami saksikan Festival Budaya Sumbawa. Kemarin, di Festival ini, saya dan Anin dijamu makan oleh Muspida yang tidak kebetulan saksikan juga festi…

Ngabayangkeun Bule nu Tataranjang di Sagara

Image
oleh Yoga HimaPercuy pada 05 Mei 2011 jam 1:26
Tiis ceuli herang panon, kitu rarasaan kuring barang tepi ka ieu tempat nu dingaranan Sagara Anak. Nyaeta, Kaldera Gunung Rinjani nu ayeuna jadi situ. Leuwih badag tibatan Situ Ciburuy nu aya di Padalarang. Badagna aya kana sapuluh kalieun Situ Ciburuy.
Di jero Sagara Anak aya Gunung leutik nu ngaluarkeun haseup-belerang meni mulek, ilaharna ieu gunung disebut Anak Gunung Rinjani. Disebut Anak Gunung Rinjani sabab ayana sanggeus Gunung Rinjani nu kawahna badag mang ablag-ablag bitu.
Haseup bodas ngeusi ieu sagara, kuring nulis bari hulang heleng, bingung naon nu kudu kukuring tepikeun kanu maca. Ah, ieu mah hayang we nulis alatan tempatna pikareueuseun jeung pikanineungeun.
Tangkal pinus, manuk baceo, monyet gugulantungan, maturan kuring nulis. Katambah ieu batu badag namprak jadi dudukan kuring luha-lehe ngetik.Teuing naon ah nu kudu diketik cek keng ge.
Mun rek ka Sagara Anak, nyabak caina nu hejo ngemplak. Urang kudu tuturubun turun. Sabab …

Di Pinggir Jalan, Jalan Braga

Image
Akhirnya mereka duduk dekat saya, saling cerita, minum kopi dan makan cakue. Mereka adalah anak-anak kecil, menamakan dirinya sebagai gembel atau anak jalanan, nongkrong di sepanjang jalan Braga selepas adzan Isya berkumandang.
Sekitar pukul dua belas malam kami datang duduk-duduk beriung bersama mereka (anak-anak kecil itu). Di Pinggir jalan raya, jalan Braga. Setelah sebelumnya kami nonton pertunjukan di kebun seni; ada teater, baca puisi dan nyanyi-nyanyi. Juga tentunya kami yang menamakan diri komunitas kabeldata ikut berpartisifasi, diwakili oleh Galah Denawa dan Hyuga. Dua orang ini berpartisifasi dengan baca puisi. Acara yang digelar di kebun seni itu, untuk kedua kalinya digelar, dan seterusnya akan digelar setiap satu bulan sekali.
Di tempat itu juga, yang katanya masih masuk kawasan yang dikelola oleh yayasan kebun binatang Bandung adalah tempat dulu Soekarno merenung dan menuliskan monolognya tentang perdamaian dan bersatunya bangsa Asia-Afrika untuk menolak penjajahan. Soeka…

Instagram @yogazaraandritra