Mengapresiasi Manusia Atas : “dari Uzumaki Naruto ke Sinta Ridwan”

Link gambar
Lalu di dunia ini kita kenal Kierkegaard di sekitaran Denmark, tepatnya di Kopenhagen ia dilahirkan. Manusia ini, Kierkegaard mengenalkan pada kita tentang manusia religious. Ialah manusia paling puncak dari tahapan dialektika eksistensial yang Kierkegaard cipta. Dalam pandangannya manusia religiuslah manusia paling paripurna dalam hal bereksistensi. Setelah sebelumnya didahului oleh dua model manusia, yaitu manusia estetis lalu manusia etis.

Ada manusia sempurna yaitu model manusia ideal yang dipikirkan oleh Aurobindo dari India dan Mulla Shadra dari Persia. Keduanya sama-sama memiliki konsep tentang manusia sempurna. Bagi Mulla Shadra, manusia sempurna (Insan Kamil) ialah seseorang yang telah mencapai akhir dari perjalanan spiritual menuju Tuhan. Seorang manusia yang telah sampai pada tahapan seperti ini akan berada di tengah-tengah masyarakat dan membantu mereka menuju Tuhan pula. Pun menurut Aurobindo, tugas manusia sempurna adalah membimbing umat manusia menuju kesempurnaan dan akhirnya akan mampu menuju kehidupan ketuhanan.

Bagaimana dengan Uzumaki Naruto yang ditugasi untuk melindungi desa Konoha dari kehancuran akibat serangan musuh. Sementara dirinya belum bisa mengatasi dirinya sendiri, dari kebencian dan dari penderitaannya karena dikucilkan serta dianggap mengidap penyakit mematikan yang dapat menghancurkan orang-orang di sekitarnya serta dirinya. Penyakit itu ialah monster dalam tubuhnya yang sewaktu-waktu bisa muncul melalui kebencian dan kekesalan dalam dirinya.

Tentu saja ini tidak bakal terjadi pada manusia religiusnya Kierkegaard karena manusia ini sudah menenggelamkan dirinya dalam kegelapan imani yang tiada tara, tiada batasnya. Kegelapan yang tidak akan lagi, membuat seseorang yang merelakan dirinya tenggelam merasa bosan. Merasa punya ingin lagi untuk bereksistensi dengan cara-cara lainnya. Seperti bosannya manusia estetis sehingga ia beralih melompat ke tahapan manusia etis. Kebosanan itu agaknya ialah sebuah pencerahan, yang tidak mampu semua orang mengalaminya.

Uzumaki Naruto semasa kecilnya sudah dikucilkan oleh masyarakat Desa Konoha, karena ditubuhnya ada monster yang luar biasa ganas serta kuat. Monster itu sempat memporak-porandakan desa semasa Hokage ke-4 masih hidup. Moster itu bernama Kyubi, berwujud musang berekor Sembilan. Kibasan ekornya dapat mengakibatkan tsunami. Mengerikan sekali kekuatannya, sehingga pantas masyarakat Desa Konoha takut sekali.

Naruto dikucilkan karena niat baik ayahnya yang tiada lain ialah Hokage ke-4. Yang waktu itu tatkala monster musang berekor Sembilan beraksi hendak menghancurkan desa, ayahnya Narutolah yang berhasil menaklukannya. Lalu monster itu disegel ditubuh Naruto. Dengan alasan penduduk desa suatu saat kelak akan mengingat jasa ayah Naruto karena telah menaklukan monster itu. Sementara dalam upaya penaklukan itu ayahnya Naruto mengorbankan dirinya. Harapan ayahnya dengan itu Naruto bakal dihormati oleh penduduk desa.

Namun, yang terjadi justru malah sebaliknya, Naruto dikucilkan, ia diasingkan. Ia membenci dirinya, ia kerap kali mudah marah, ketika marah wujud Naruto berubah menjadi musang berekor Sembilan. Ketika itu terjadi, Naruto tidak sedang menjadi dirinya, ia kerap melukai orang-orang yang disayanginya. Naruto kehilangan pengendalian atas dirinya, ia dikuasai hawa jahat dari monster yang ada dalam tubuhnya.

Kebencian pada dirinya semakin meradang setiap ia melukai orang-orang terdekatnya dengan tidak sadar. Naruto semakin membenci dirinya. Hampir-hampiran ia tidak bisa menerima hidup dan kehidupannya. Ia sadar akan sikapnya yang destruktif itu. Ia sadar punya teman-teman yang sayang padanya. Ada guru Kakashi, Sakura, Guru Iruka, Gara dan Killer Bee yang sama-sama ada monster ditubuhnya.

Begitu halnya dengan Sinta Ridwan. Lupus dalam tubuhnya, seperti monster dalam tubuh Naruto. Lupus adalah sebuah penyakit yang belum ada obatnya. Namun, dengan lupus justru Sinta Ridwan malah makin bermakna buat dirinya dan dunia. Di sisi lain lupus adalah kabar bencana yang mengerikan buat dirinya, tapi di sisi lain lupus adalah energy yang membangkitkan, yang dengan lupus ia bisa menjadi lebih bermakna dari yang lain-lainnya. Terbukti dengan lahirnya karya-karya berupa buku, baik antology puisi maupun catatan harian yang dibukukan.

Lupus dalam pandangan Sinta Ridwan mulanya adalah monster, namun kemudian ia menjadi sahabat karibnya. Mungkin tanpa lupus, Sinta Ridwan bukanlah Sinta Ridwan yang saat ini kita kenal. Tanpa menutup mata bahwa Sinta Ridwan pernah pula membenci diri dan kehidupannya, tapi ia telah berhasil mengatasi semua kebencian, kekesalan dan yang dirasa itu penderitaan ke dalam sebentuk karya yang inspiratif.

Naruto juga seperti itu. Akhirnya ia dipertemukan dengan Killer Bee, seseorang yang ditubuhnya ada monster namun monster dalam tubuhnya telah berhasil ia atasi, telah berhasil ia jadikan sahabat. Kini Killer Bee menjadi sosok yang patut ditauladani karena telah berhasil mengatasi/menjadi pengendali diri dan monster yang bersarang dalam tubuhnya. Sehingga dengan kemampuan Killer Bee yang seperti itu, ia kerap kali ditolong sahabatnya yang bersemayam dalam tubuhnya karena memiliki kekuatan mengagumkan, yang semula dianggap monster.

Bagi Killer Bee, sesuatu yang mengerikan itu kini bukanlah monster. Ia adalah sahabat yang menolong dirinya dan negaranya(Desa Kumogakure). Begitu pula dengan Naruto dan Sinta Ridwan. Mereka telah mengatakan “ya” pada hidup dan kehidupannya. Yang dengan itu, yaitu dengan sesuatu yang semula dianggap monster, Naruto mampu menyelamatkan Desa Konoha dari kehancuran, Sinta Ridwan pun juga. Kini mereka tengah asik dan bergairah memaknai hidup serta bermakna buat yang lain-lainnya.

*Catatan ini di bikin waktu kemarin, waktu jalan-jalan sama Kole Colenovic terus dipelak di sekre selama dua hari dua malam. Ini mah sebentuk terma kasih saja kepada Kole, karena saya bisa lebih verstehen/ memahami kehidupan di sekre dan tentu saja sangat berkesan. he he


1 comment

Popular posts from this blog

Info Jalan-jalan ke Gunung Semeru (Rute Kendaraan)

Info Jalan-jalan ke Gunung Hawu

Reforma Agraria atau Reformasi Agraria?

Info Jalan-jalan ke Gunung Puter

Buku Petite Histoire Rosihan Anwar Lengkap Sudah

Instagram @yogazaraandritra