Kotak Pencarian

Arsip Blog

31/07/12

Info Jalan-jalan ke Gunung Semeru (Rute Kendaraan)

Stasiun Gubeng Surabaya (foto: Ivan)
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.


Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang. (Wikipedia)

Rupa-rupanya informasi lika-liku perjalanan saya ini penting, sebagai referensi buat kawan-kawan yang kemudian akan juga pergi jalan-jalan. Ya, itu baru saya sadari setelah kawan saya meminta saya untuk menuliskan hasil perjalanan saya ke Gunung Semeru. Maklum, kawan saya yang minta menuliskan ini pun suka jalan-jalan.


Dalam suatu perjalanan penting sekali untuk menunjuk siapa bendaharanya/pemegang uang perjalanan. Agar terkoordinir rapi pas di perjalanan dan tidak ribet.


Ongkos pergi-pulang perjalanan Gunung Semeru, diitung kasar yaitu Rp. 200.000 per orang dari Bandung. Artinya, untuk ongkos pergi menghabiskan uang Rp. 100.000  dan pulang Rp. 100.000. Rute perjalanan sesuai budget pergi-pulang Rp. 200.000, sebagai berikut: naik kereta dari Stasiun Kiaracondong Bandung ke Stasiun Gubeng Surabaya, kemudian Stasiun Gubeng Surabaya ke Stasiun Malang (Kota Baru atau Blimbingan), dari situ naik angkot ke Pasar Tumpang, dari Pasar Tumpang kemudian ke Kampung Ranu Pani naik truk. 

Rute di atas termasuk kategori rute murah meriah,  dibanding rute Bandung-Malang, yang ongkos tiket perginya saja menghabiskan uang Rp. 135.000 per orang, belum dihitung pulangnya. Artinya ongkos tiket kereta apinya saja (menggunakan  KA Malabar, pergi-pulang) menghabiskan uang Rp. 270. 000, belum ongkos angkot dan ongkos jeep dari Pasar Tumpang ke kaki Gn. Semeru.

Bendaharanya yaitu Mochy. Bendahara, selain ia mesti mengatur uang perjalanan, juga ia mesti hapal rute perjalanan beserta ongkosnya. Mochy ditunjuk sebagai bendahara sebab ia sudah punya kapasitas dalam hal ihwal mengatur uang dan hapal rute perjalanan. Maklum selain wartawan, ia juga tergabung dalam sebuah komunitas pecinta kereta api (terutama kereta api ekonomi).

Waktu itu, saya dkk pergi ke Gunung Semeru menjelang bulan puasa, tepatnya tanggal 14 Juli. Jadwal kereta api ekonomi kita ambil yang pagi, sekitar pukul lima pagi, diperkirakan sampai ke Surabaya, pukul 10 malam. Itu pun setelah seminggu sebelum keberangkatan kami membeli tiket. Harga tiket KA Ekonomi tujuan Surabaya, ialah Rp. 38. 000.

Menjelang bulan puasa, memang ada aturan baru di tata cara pembelian tiket, yaitu, saat membeli tiket sang pembeli mesti menyertakan KTP untuk setiap tiket. Tiket waktu itu dibeli oleh Mochy dan Izot, untuk sepuluh tiket. Di sini pun ada aturan baru lagi, setiap orang tidak boleh membeli lebih dari 4 tiket.

Sesampainya kami di Stasiun Gubeng Surabaya, kemudian kami menuju loket KA Ekonomi menuju Malang. Loketnya baru dibuka, pagi esok harinya, sekitar pukul 4 pagi, maka kami menunggu di teras loket sampai pagi. Ada yang menunggu sambil tidur dan ada yang menunggu sambil minum kopi panas.

Akhirnya loket pun dibuka, kami membeli tiket menuju Malang seharga Rp. 4000 untuk setiap tiket. Perjalanan Surabaya-Malang ditempuh selama kurang lebih empat jam, dari pukul 7 pagi hingga 11 siang. Di Malang kami memutuskan untuk turun di Stasiun Blimbingan. Katanya lebih dekat ke Pasar Tumpang, tinimbang turun di Stasiun Kota Baru Malang. Dari situ, untuk menuju ke Pasar Tumpang, kami naik angkot, ongkosnya Rp. 5000 per orang, waktu yang ditempuh sekitar satu jam. Ongkosnya akan berbeda jika kami turun di Stasiun Kota Baru Malang, nambah Rp. 2500.

Setelah sampai di Pasar Tumpang, kami memenuhi syarat-syarat administrasi pendakian. Diantara syarat-syaratnya ialah; surat keterangan sehat dari dokter dan fotocopy KTP/ kartu tanda pengenal lainnya. Jika ada yang belum memiliki surat keterangan sehat dari dokter, mas-mas penjaga pos Pasar Tumpang dapat membantu membuatkan. Surat keterangan sehatnya, legal-resmi sebab mas-mas penjaga pos sudah bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat. 


Dari Pasar Tumpang untuk menuju Kampung Rani Pani ada dua pilihan kendaraan; menggunakan jeep atau menggunakan truk. Harganya pun berbeda, jika menggunakan jeep, ongkosnya Rp. 450.000 per jeep (dengan kapasitas lebih kecil dari kapasitas truk) namun jika menggunakan truk, ongkosnya Rp. 30. 000 per orang dengan minimal penumpang, 10 orang. Perjalanan dari Pasar Tumpang ke Kampung Ranu Pani kurang lebih dua jam.

Baca tulisan selanjutnya di sini

Nb: Harga ongkos yang tercantum di atas tidak abadi, sewaktu-waktu bisa jadi berubah. he he


Related Posts : Gunung, Gunung Semeru, Info, Jalan-jalan, Ongkos

Tidak ada komentar: