Tangkal Loa




Orang Lembur menyebutnya "Tangkal Loa", tanaman ini masih se-family dengan beringin, daunnya rindang dan hijau, tubuhnya bercabang-cabang. Jika sudah besar pohon ini mampu menyimpan banyak air. Pohon ini sering disebut pohon kehidupan/pohon penolong. Sebab biasanya di sekitar pohon ini tumbuh, muncul "cai nyusu (mata air)".

Di kampungku, pohon ini pernah tumbuh, ada dan besar, menurut penuturan Hasan Husaeri, di Cidadap hanya ada satu yaitu di daerah Cibakung. Saking bermanfaatnya dan memiliki nilai guna yang amat sangat, maka oleh masyarakat kampung, pohon ini dilindungi-dipagari dengan mitos. Pohon ini jangan ditebang katanya, kalau ditebang bakal mendatangkan banyak bencana, singkatnya seperti itu. Alhasil pohon ini tidak pernah ditebang sampai dia tumbang sendiri. 

Sekarang, pohon ini sudah tiada, tumbang, hampir dilupakan dan tinggal cerita. Berbarengan dengan itu, masyarakat kampung Cidadap nyatanya lebih suka menanam pohon-pohonan yang bernilai tukar saja, sementara pohon-pohon yang bernilai guna sebagai penyangga kehidupan hampir tak dihiraukan lagi. Pohon, macam pohon Loa dilupakan begitu saja/ disisihkan ke cerita-cerita lisan. Mitos tentang pohon Loa masih hidup sampai sekarang di kampung Cidadap, tetapi referennya sudah tiada. Ironis sekali, mitosnya hidup tapi referennya tiada.

Musim hujan tiba, di sebelah barat menjorok ke arah utara dari Kampung Cidadap ada gundukan Karst yang membukit sudah porak poranda, padahal Karst memiliki nilai guna sebagai tangki alam. Sementara di sebelah barat menjorok ke arah selatan, bukit-bukit yang tersusun dari gundukan tanah, sepi "Tangkal Loa". Padahal keberadaannya banyak membawa berkah, jika kemarau tiba. 


Mudah-mudahan ada yang mau menanam kembali 'tangkal Loa'. Harusnya memang ada, bila kita menggunakan logika mitos yang dibangun di sekitaran tangkal Loa. Mestinya, kita takut kehilangan 'tangkal Loa'. Kenapa? Karena, mengganggu 'tangkal Loa' saja bakal mengundang bencana, apalagi melenyapkannya sama sekali dari tanah tercinta tanah kampung Cidadap.


Post a Comment

Popular posts from this blog

Info Jalan-jalan ke Gunung Semeru (Rute Kendaraan)

Info Jalan-jalan ke Gunung Hawu

Reforma Agraria atau Reformasi Agraria?

Info Jalan-jalan ke Gunung Puter

Buku Petite Histoire Rosihan Anwar Lengkap Sudah

Instagram @yogazaraandritra