Info Jalan-jalan ke Gunung Puter

Sawah di Kaki Gn. Puter. Foto: Gugum Maulana
Gunung Puter terletak di kawasan kampung Cidadap RW 12, Desa Padalarang, Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat. Bersebelahan dengan Gunung Hawu (Karst Citatah) yang seperti keju/ keropos sebelah. Sebutan gunung, dalam tulisan ini jangan difahami dalam artian yang ilmiah, memiliki tinggi seribu meter lebih. Tidak, gunung yang dimaksud dalam tulisan ini adalah berarti bukit. Karena orang lokal menyebutnya gunung, lantas saya juga menyebutnya gunung dalam tulisan ini.

Bukit ini dinamai Gunung Puter karena bentuknya yang memutar seperti kerucut. Beberapa tahun ke belakang areal Gunung Puter sempat masuk areal padat karya. Padat karya adalah program pemerintah dalam rangka memproduktifkan kawasan hijau. Oleh karenanya, pohon-pohon yang ditanam yang masuk program padat karya adalah pohon-pohon besar yang bernilai ekonomis, selain juga bernilai ekologis. 

Bukit yang oleh penduduk lokal ini dinamai Gunung Puter dianggap sebagai bukit tertinggi diantara deretan bukit yang ada di kawasan kampung Cidadap. Dari puncak bukit ini kita dapat melihat dengan jelas kawasan Bandung yang dilingkupi Gunung. Apa lagi jika kita memantau Bandung saat malam, dari puncak bukit ini. Lampu-lampu di seantero Bandung akan nampak indah beratapkan bintang. Itu pun bila langit sedang bersih.

Di bawah bukit ini terhampar sawah nan hijau. Jika kita meluangkan waktu buat nongkrong di puncak bukit ini, melihat petani yang sedang menggarap sawah atau yang sedang berkebun adalah pemandangan biasa. Tak heran jika orang-orang yang sehari-hari bergumul dengan kendaraan dan gedung-gedung yang menjulang tinggi, datang ke kawasan Gunung Puter adalah sebuah refreshing, yang membuat telinga dan mata mereka segar.

Berikut saya akan kemukakan rute kendaraan dari arah Kotamadya Bandung (tepatnya dari alun-alun Bandung), Bandung Timur (tepatnya dari gerbang tol Cileunyi), dan dari Terminal Leuwi Panjang.

Dari alun-alun Bandung menuju kampung Cidadap, kendaraan yang digunakan adalah; bus damri jurusan alun-alun Ciburuy kemudian turun di Parapatan Arab, dari Parapatan Arab naik ojeg. Ongkos naik bus damri sampai ke Parapatan Arab adalah Rp. 3000, sedangkan ongkos ojeg dari Parapatan Arab ke kampung Cidadap Rp. 4000. Selebihnya, dari kampung Cidadap untuk sampai ke puncak Gunung Puter, kita mesti jalan kaki, lewati sawah dan pemandangan yang hijau nan segar, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Buat mereka yang suka tradisional-tradisionalan ada juga rute naik delman/andong. Jika ingin naik delman, pengunjung bisa turun di tagog, hanya saja ongkos agak sedikit mahal Rp. 5000 per orang.

Buat temen-temen yang berada di kawasan Bandung bagian timur, bisa melalui gerbang tol Cileunyi mengenakan bus jurusan Puncak (Bogor) dengan ongkos per orang Rp. 5000. Prinsipnya sama, turun di Parapatan Arab atau di Tagog. Begitu pula dengan mereka yang dari Terminal Leuwi Panjang, naik bis jurusan Cianjur/Bogor dengan ongkos Rp. 4000.  Patokannya, turun di Parapatan Arab atau di Tagog.

Dari Tagog atau dari Parapatan Arab, kawan-kawan akan disuguhi jalan berbatu dan terjal saat memasuki kampung Kepuh, yaitu kampung sebelum memasuki kampung yang dituju yaitu kampung Cidadap. Hingga hari ini (5/01/2013), jalan di kawasan Kepuh hingga Cidadap ini sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak begitu saja oleh pemerintahan setempat, dalam hal ini Pemerintah Desa Padalarang. Padahal jika dilihat dari sumber daya alam dan manusia yang ada, kawasan Cidadap adalah kawasan sentra budidaya jambu biji merah untuk Kabupaten Bandung Barat. Dan organisasi petaninya cukup produktif, hingga petaninya memiliki penggilingan padi sendiri dan alat-alat yang menunjang kinerja tani lainnya. Tak lupa juga ada koperasi di situ sebagai wadah ekonomi para petani kawasan Cidadap.

Anggap saja jalanan rusak dari Kepuh hingga Cidadap sebagai kabar buruk, kemudian kabar baiknya adalah, saat kawan-kawan memasuki daerah perkebunan di kaki gn. Puter, kawan-kawan pengunjung bisa makan jambu biji merah petik sendiri secara gratis asal minta pada penduduk setempat atau membelinya berkresek-kresek.




Sawah di Kaki Gn. Puter. Foto: Gugum Maulana

Dok. Gapoktan Giri Rahayu

Dok. Gapoktan Giri Rahayu


Dok. Gapoktan Giri Rahayu

Sekian tulisan ini saya sudahi. Itulah sekelumit gerak alam dan gerak manusia yang bisa saya kemukakan. Akan lebih empiris saat teman-teman sudah berkunjung ke Gunung Puter dan melihatnya dari dekat. Salam !!

Post a Comment

Popular posts from this blog

Info Jalan-jalan ke Gunung Semeru (Rute Kendaraan)

Info Jalan-jalan ke Gunung Hawu

Reforma Agraria atau Reformasi Agraria?

Buku Petite Histoire Rosihan Anwar Lengkap Sudah

Instagram @yogazaraandritra