Posts

Showing posts from 2017

SP Pengosongan Lahan untuk Babakan Sawah

Image
Bercerita tentang surat peringatan, saya jadi teringat surat peringatan pertama dan kedua yang dilayangkan oleh PT KAI untuk Rakyat Kebon Jeruk. Surat peringatan pertama itu keluar beberapa minggu setelah putusan Pengadilan Tinggi Negeri Bandung memenangkan Rakyat Kebon Jeruk.
Tepatnya tanggal 31 Mei 2017, PT KAI dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dan diwajibkan membayar ganti kerugian sebesar 375 juta kepada penggugat (Rakyat Kebon Jeruk), karena, PT KAI telah melakukan penggusuran terhadap pemukiman warga pada tanggal 26 Juli 2016. Selain itu, majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan bahwasannya PT KAI tidak bisa menunjukan bukti kepemilikan lahan.
Seperti tak ada artinya, putusan pengadilan yang telah semakin mengokohkan hak Rakyat Kebon Jeruk terhadap tanahnya (diatur dalam UUPA), tak dihiraukan oleh PT KAI. Selang sebelas hari dari putusan itu dibacakan, PT KAI melayangkan SP 1 pengosongan lahan terhadap warga Kebon Jeruk. Terang saja warga Kebon Jer…

Babakan Sawah, Satu lagi Kampung Kota yang Terancam Digusur

Image
Babakan Sawah, nama kampung itu tiba-tiba jadi terdengar genting dan penting di telinga saya. Saya pertama kali mendengar nama kampung itu dari Sahrul. Ia adalah seseorang yang selalu mengabarkan dirinya pada khalayak sebagai, “pelajar”. 
Pada saya, biasanya ia bercerita tentang aksi kamisan yang harus tumbuh subur di mana-mana selain di Gedung Sate di Kota Bandung ini,  ia juga bercerita tentang pemogokan anak sekolahan di Chili, bercerita tentang pemogokan massal di Perancis tahun 68 yang dipicu oleh gerakan mahasiswa di sana. Yang saya tangkap dari cerita-cerita yang selalu ia paparkan pada saya itu adalah, menurut dia, anak muda (pelajar) harus revolusioner seperti di tempat-tempat yang ia sebut, yaitu dengan menuntut pendidikan gratis dan menyuarakan pendidikan harus bisa diakses oleh semua orang, dan yang terakhir, anak muda harus berani mendobrak pakem serta tabu yang ada.
Tapi kali ini berbeda, ia bercerita tentang sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia ceritakan seperti cerita…

Jalan Panjang Photosspeak Membumikan Karya

Image
Dari sederet komunitas foto yang ada di kota Bandung, mungkin Photosspeak masuk dalam daftar komunitas foto yang punya orientasi pada perubahan sosial yang adil dan setara. Indikasinya bisa kita lihat dari upaya mereka mengatasi keberjarakan antara karya (foto) dengan ruang sosial yang mereka objektifikasi. Kemudian yang tak kalah penting, isu yang diangkat dalam pameran foto di Rancakek ini memuat isu kerusakan lingkungan, proletarisasi dan pemiskinan kaum tani akibat dari berdirinya pabrik-pabrik skala besar (di Rancaekek). Setidaknya ada dua poin penting yang mereka mau tawarkan sebagai alternatif di tengah distorsi informasi oleh media mainstream dan di tengah situasi tidak demokratisnya pembangunan yang ada di masyarakat. Poin pertama tentang keberjarakan. Keberjarakan atau alienasi karya dari realitas konkrit yang menjadi acuannya selalu bermasalah karena ia kerapkali tidak berbicara apa-apa dan berbuat apa-apa. Pameran foto yang sering hadir hari-hari ini selalu mengambil posisi…

Masih tentang Seni Bandung yang Senimannya Apolitis dan Oportunis (Beberapa Bantahan untuk Peri Sandi Huizche)

Image
RampesWah apal ti mana suka manjat?
Saya kira antum juga melakukan “genosida pendapat” terhadap kami yang menolak Seni Bandung. Lamundina basa Sundamah, “nyakompetdaunkeun”.
Seperti antum dan kita semua yakini, sekalipun manusia tidak bisa otentik di muka sejarah, tapi otentisitas dan kekhasan itu bisa hadir di level tertentu. Sederhananya, walaupun kami sepakat menolak Seni Bandung sebagai media seni yang merakyat, ada keberagaman kritik dan keberagaman pendapat di pihak kami dalam hal menilai Seni Bandung.
Mungkin antum sudah membaca memoar Utuy. Sekalipun Utuy itu seorang komunis—atau simpatisan, meski berkali kali dibantah oleh Ajip Rosidi—tapi ia kerap mengkritik birokrat-birokrat partai komunis yang kaku dan ia kerap berbeda pendapat dengan yang lain: di Lekra maupun di kalangan orang-orang kiri.
Secara pribadi saya tidak pernah bersepakat dengan penyeragaman. Seperti tuduhanantum terhadap kami. Seolah-olah kami semua berpendapat bahwa "semua seniman yang masuk Seni Bandung i…

Instagram @yogazaraandritra