Penembakan di Papua terjadi lagi, Duapuluhan Orang Berunjukrasa di Depan Gedung Merdeka

Dok. Pribadi

Bandung (25/518). Sekitar 20-an orang massa pengunjuk rasa dari Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme harus didampingi satu truk pasukan dalmas dan puluhan polisi non dalmas saat berunjuk rasa di depan Gedung Merdeka. Dalam aksi ini mereka mengecam tindakan sewenang-wenang aparat kepolisian terhadap dua orang warga asal Moanemani, Dogiyai, Papua, jumat bulan lalu (6/4/18).

Kedua orang itu bernama Geri Goo dan Rudi Auwe. Geri Goo ditembak oleh Aparat Gabungan Polisi dan Brimob pada hari jumat bulan april dan meninggal pada tanggal 9 Mei 2018. Tiga peluru bersarang di tubuhnya, satu peluru belum dikeluarkan hingga ia meninggal. Sedangkan Rudi Auwe ditembak di kaki. Mereka berdua ditembak setelah matanya terkena semprot gas air mata pihak kepolisian.

Baca juga, Aksi Teatrikal Kebiadaban Aparat Keamanan Indonesia Pasca Penembakan Geri dan Rudi

Menurut paparan kronologi yang diposting Suarapapua.com, Kejadian ini bermula dari suara rentetan tembakan dari pihak kepolisian sehingga memancing perhatian warga masyarakat yang sedang bersantai di rumahnya masing-masing. Mendengar suara tembakan, warga kemudian mendatangi sumber suara, alhasil berkumpullah warga di titik suara. 

Polisi yang tidak menghendaki adanya kerumunan segera menyerukan agar warga bubar, namun warga tak mau bubar. Tak lama setelah itu, datang tim gabungan dari kepolisian yang di dalamnya ada Brimob, mereka menyemprotkan gas air mata ke kerumunan massa. Akibatnya, massa lari tunggang langgang, sialnya Geri dan Rudi terjatuh, saat itulah peluru tajam menyasar tubuh mereka. 

Namun aparat yang menembak Geri hingga mati dan menembak Rudi Auwe di kaki, belum dihukum jua hingga kini, bahkan kasusnya dibiarkan tak diusut.


Klik dan lihat foto-foto lainnya:


 

 


Post a Comment

Popular posts from this blog

Info Jalan-jalan ke Gunung Hawu

Info Jalan-jalan ke Gunung Semeru (Rute Kendaraan)

Visi Neo Populis UUPA 1960

Babakan Sawah, Satu lagi Kampung Kota yang Terancam Digusur

Kembali ke Marxisme; Apakah Benar, Komunisme Versus Agama Islam?

Instagram @yogazaraandritra