Posts

Showing posts with the label Puisi

Lu Lucu

Image
olehYoga ZaraAndritrapada 2 November 2011 pukul 19:00 ·



aw, lulu kau ada di dapur sedang memasak jambu jadi jus juga jadi sambal super pedas

tak lupa malam
kau racik jadi bajigur hangat untuk disaji di meja panjang muaranya di hati

sumpah pemudi kau masih muda, solat sambil mengiris bawang butiran air matanya, air mata sayang

gila, solat belum akan usai rakaat masih beberapa lagi malam masih panjang kau sudah berdoa ingin dapat suami sakit jiwa, akut
lulu, lulu rambutmu tergerai harum casons baby

Kutunggu Jandamu di Pintu Sorga

Image
“aku tunggu jandamu di pintu sorga saat kiamat baru usai”, kata malaikat malik kepada wanita bumi yang ia idam-idamkan kasihnya tak sampai karena ia selalu bermuka masam

mendengar itu, mikail terkekeh-kekeh senyumnya menebar serta rizki

padahal kiamat masih lama hari baru saja mulai mikail baru beranjak dari tidurnya mencuci muka, berwudzu, salat lalu bergegas hendak berangkat kerja pagi sekali saat ayam belum kongkorongok

malik mukanya makin masam saja dahinya makin mengkerut, otaknya meledak, kutu-kutu di rambutnya berhamburan terbang karena takut terkena lelehan dari ledakan kepalanya maklum apinya, api neraka

lalu tuhan datang melerai tikai, malik dikasihnya tissue yang sangat lembut untuk mukanya yang masam entah terbuat dari apa tissue itu, sekejap kemudian muka malik jadi kinclong

mikail yang meminta maaf, tangannya menjabat erat tangan malik sukar untuk dilepas mikail bergaya-gaya karena kini muka malik jadi kaca

kejadian itu membekas di hati malik "betapa tuhan maha penyayang ia kasih tissue yang bu…

Disunat Agama

Image
mamah aku tidak ingin disunat
nanti kepalaku tinggal setengah tanganku tinggal sesikut kakiku sedengkul


ini perintah agama, nak !



akhirnya aku senggama dengan rasa kecewa
aku akan disunat agama


au, teriaku sakit



untungnya tersisa lebih dari setengah
tapi aku tidak utuh lagi separuh manusia


(7 April 2010)

Gadis Neraka

Image
Gadis itu meracau di depan cermin, menjulurjulurkan lidahnya dan memamermamerkan giginya yang tiap pagi ia asah, ada gelas dalam cermin ia maki, ada kasur juga ia maki, ada kosmetik ia caci, bajunya juga, tangannya juga, hidung, alis, bibir, perut, kemaluan, seluruh isi ruangan dalam cermin ia maki
Tangannya tak sengaja mencakar mukanya yang pucat pasi itu tak bercahaya, cahaya mukanya ia sengaja antarkan ke wc umum untuk dimakimaki,
Setiap pagi ia pujapuja duka, sengaja ia undang duka untuk datang ke hatinya tidak ke lainnya Setelah puas duka bertamu di hatinya, dengan senang hati ia antarkan duka ke selasar masjid, Tak hanya itu, punggungnya tak juga puas karena belum menggendong duka ke menara masjid yang teramat tinggi, lalu ia kumandangkan suara adzan duka ke pelosokpelosok desa tak bertoa,
PUAS, ia bilang
Karena dalam hayalnya ia telah merasa mengangkat dirinya menjadi raja, dengan titah berhati dendam ia telah merasa mencongkel hatihati selingkup orang yang mengenalnya untuk juga mer…

Instagram @yogazaraandritra